Kesuksesan Avril lavigne dalam debut music

Kesuksesan Avril lavigne dalam debut music

Avril Lavigne merilis single terbaru sesudah lima tahun vakum. Ternyata, penyanyi 33 tahun itu lagi berjuang melawan sakit Lyme.

Penyakit Lyme di karenakan sama bakteri dan ditularkan dari perantara kutu, meski di berapa lokasi juga disebarkan sama tikus, serta menyerang manusia dan hewan. Kutu bernama Ixodes scapularis ini umumnya menghisap darah korbannya.

Pada awal kemunculan di tahun 2000-an, saat musik dan gaya emo mulai merambah Indonesia, Lavigne tampil bergaya punk princess.

Video musik Sk8er Boi meledak, demikian juga dasi kecil di atas tank top, sepatu slip on bermotif kotak-kotak, eyeliner tebal dan highlight merah muda di rambut.

Debut album Let Go dirilis pada 2002. Complicated, I’m With You, serta Losing Grip berturut-turut susul kesuksesan Sk8er Boi.

Lavigne memenuhi mimpi para remaja, cantik, memberontak tapi pilu juga ketika dikecewakan kekasih.

Dua tahun kemudian, Under My Skin yang lebih gelap dan berat dilepas.

Don’t Tell Me sebagai single pertama masih mengusung konsep punk princess yang sama: tank top merah muda, kaos kaki bermotif tengkorak, kostum warna hitam-hitam, serta Lavigne yang lagi resah dan kesal pada dunia.
Under My Skin memiliki berapa hit single lain, yakni My Happy Ending, Nobody’s Home dan He Wasn’t. Pada 2007, Lavigne menambah diskografi dengan The Best Damn Thing.

Keceriaan Girlfriend tingatkan orang pada Sk8er Boi, hingga When You’re Gone dilepas dan jadi lagu pengiring wajib buat yang sedang patah hati. Di saat bersamaan, hubungan Lavigne dengan Deryck Whibley semakin serius.

Whibley, vokalis band pop punk SUM 41 menikahi seorang punk princess, seperti sebuah dongeng. Pernikahan itu berakhir pada 2009.

Ketika Goodbye Lullaby dirilis di 2011, gaya Lavigne sudah berubah.

Wish You Were Here sampaikan kerinduan dengan lebih dewasa dan kalem. Sang punk princess ini lagi dimabuk cinta dengan Chad Kroeger dari Nickelback.

Perjalanan cinta yang tidak bertahan lama, sebab pada 2015, Lavigne mengumumkan perpisahan mereka.

Album self-titled menjadi yang kelima buat Lavigne.

Di sini ada Rock n Roll, Let Me Go berkolaborasi dengan Kroeger, dan Hello Kitty yang visualnya serba-pink.

Pada tahun yang sama dengan perpisahannya dari Kroeger, Lavigne mengaku dia didiagnosa menderita penyakit Lyme. Perjuangan hidup dan mati inilah yang diceritakannya dalam Head Above Water.
Dalam unggahannya di Instagram, Lavigne mengungkapkan, bermusik membantunya bersemangat sembuh.

“Aku menulis dan merekam album ini, bagiku ini ialah momen kemenangan. Pencapaian besar. Aku begitu bangga dan berterima kasih kepada siapapun yang mau bersabar dan tetap mencintaiku dalam prosesnya,” katanya, dilansir dari situs resmi Lavigne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *