2 patung yang di kecam taylor swift untuk melawan rasisme

2 patung yang di kecam taylor swift untuk melawan rasisme

Sebegai bentuk dukungan pada gerakan melawan rasisme, penyanyi Taylor Swift mendesak pemerintah di kampung halamannya, Tennessee Historical Commission, untuk singkirkan dua patung figur yang dinilai sebagai sosok memalukan dalam sejarah Amerika Serikat apa lagi ketika mereka ingin bermain joker slot online.

Mengutip laman Asiaone, Selasa (16/6/2020), patung yang dimaksud pelantun lagu Back to December itu ialah Nathan Bedford Forrest, sesudah monumen Edward Carmack dijatuhkan demonstran dalam gerakan Black Lives Matter.

“Sebagai warga Tennesse, saya muak melihat dua monumen itu berdiri di negara bagian kami, merayakan sejarah figur melambangkan rasisme yang melakukan hal-hal mengerikan,” ujar Swift.

“Edward Carmack dan Nathan Bedford Forrest ialah dua figur tidak pantas yang tak semestinya diperlakukan seperti pahlawan,” imbuhnya.

Patung Edward Carmack rencananya bakal diganti, tapi narasi itu ditentang penyanyi 30 tahun ini. “Aksi itu Cuma habiskan uang saja dan mengurangi kesempatan berbuat hal yang benar,” ungkapnya.

Kritik keras ini dilayangkan Taylor Swift sembari meminta Capitol and Tennessee Historical Commission untuk membantu membuat perubahan.

Tidak Dapat Mengubah Sejarah

Pada kicuan di akun Twitter-nya, Taylor Swift mengatakan, menyingkirkan patung-patung tidak bakal perbaiki sistem yang berjalan selama berabad-abad, kekerasan, dan kebencian yang mesti ditanggung komunitas kulit hitam.

Namun , tindakan itu dianggapnya sebagai langkah kecil untuk membuat seluruh warga Tennesse dan pengunjung merasa aman. “Kita perlu mengubah persepsi pada figur yang dihargai lewat patung dari pahlawan jadi penjahat,” tulisnya.

“Saat kalian (Capitol Commission and the Tennessee Historical Commission) berjuang menghargai rasisme, kalian tunjukkan pada komunitas kulit hitam di Tennesse dan seluruh pihak yang mendukung mereka kalau kalian bakal melanjutkan lingkaran menyakitkan ini. Kalian tidak dapat mengubah sejarah, namun bisa mengubah ini,” tandas Swift.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *